Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara

Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara, Ratusan Bangunan Rusak dan Warga Mengungsi

Maluku Utara — Peristiwa Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara pada awal April 2026 menimbulkan dampak cukup luas di sejumlah wilayah. Guncangan kuat yang terjadi pada pagi hari itu menyebabkan ratusan bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga hingga fasilitas umum.

Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dampak gempa dirasakan di beberapa titik seperti Ternate, Tidore Kepulauan, hingga wilayah Halmahera. Banyak bangunan dilaporkan mengalami retak pada struktur, bahkan sebagian di antaranya roboh akibat tidak mampu menahan getaran.

Baca Juga : Kontraktor Bangunan Cepat dan Ahli Jangkauan Nasional

Saat Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara terjadi, warga panik dan langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sejumlah warga memilih bertahan di luar rumah karena khawatir akan gempa susulan yang masih terus terjadi dalam beberapa waktu setelah kejadian utama.

Selain permukiman, beberapa fasilitas publik seperti sekolah, tempat ibadah, hingga layanan kesehatan juga terdampak. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerusakan secara keseluruhan, termasuk bangunan yang mengalami rusak ringan hingga berat.

Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara
Kondisi Bangunan Rumah Pascagempa Maluku Utara Pada 3 April 2026 Sumber gambar : Tempo.co

Pemerintah daerah bersama tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Evakuasi warga menjadi prioritas utama, terutama bagi mereka yang tinggal di bangunan dengan kondisi struktur tidak lagi aman. Di beberapa lokasi, warga terpaksa mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.

Pasca Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara, aktivitas masyarakat sempat terganggu. Layanan publik di sejumlah daerah terdampak juga mengalami penyesuaian, termasuk fasilitas kesehatan yang harus memastikan keselamatan pasien dan tenaga medis.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Hingga beberapa hari setelah kejadian, aktivitas seismik masih terpantau cukup tinggi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar konstruksi tahan gempa, khususnya di wilayah yang berada di zona rawan seperti Maluku Utara. Evaluasi terhadap kualitas bangunan dinilai menjadi langkah krusial guna mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar di masa mendatang.

Baca Juga : Ratusan Bangunan SPPG Kena Segel Karena Tidak Ada IPAL

Konsultasi Gratis

Proses perizinan lingkungan kini lebih mudah, cepat, dan sesuai regulasi. Klik di bawah ini untuk mulai konsultasi dengan tim ahli AMDAL kami.

Bangun Hunian Dengan Mudah &
Cepat Bersama Ahlinya

Pakar Konstruksi siap Mengurus seluruh Konstruksi Pembangunan Anda dari awal hingga tuntas.

Artikel Lainnya

Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara

Maluku Utara — Peristiwa Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara pada awal April 2026 menimbulkan dampak cukup....

kontraktor bangunan

Mencari kontraktor bangunan di Jabodetabek sering terasa mudah di awal, tetapi hasil yang benar-benar rapi, cepat, dan....

Scroll to Top